DESA QUR’AN TASIKMALAYA, LAHIRKAN GENERASI QURANI

TASIKMALAYA. Arti Sugiarti (11 tahun), salah satu santri yang merupakan anak yatim binaan Desa Quran. Ia sudah bisa menghafal Al-Qur’an dengan menggunakan salah satu metode yang telah diterapkan dalam pengajian pada umumnya,yakni metode hafalan yang disetorkan kepada temannya. Menariknya, anak seusianya sudah pandai mengatur waktu untuk bisa menambah hafalannya. Sekarang saja ia berhasil menghafal lima juz Al-Qur’an.

 

Adapun Desa Qur’an yang merupakan salah satu program Rumah Wakaf Indonesia (RWI)  di Kota Tasikmalaya inisudah memiliki 169 santri, yangterdiri dari santri takhosus (santri mukim) sejumlah 14 santri dan santri reguler (tidak mukim) sejumlah 155 orang.

 

Setiap hari santri binaan Desa Qur’an mempunyai waktu yang sama halnya dengan anak-anak sekolah lainnya. Akan tetapi sepulang sekolah setiap santri tidak pergi untuk bermain, melainkan merekapergi ke masjid untuk menghafal Al-Qur’an. Jika waktu ashar telah tiba, mereka shalat berjamaah lalu santri memulai setorannya kepada ustad hingga ba’da Isya.

 

“Dengan adanya metode ini, santribisa terbantu untuklancar dalam menghafal Al-Qur’an. Saya selaku pembina juga bisa mengetahui sejauh mana kemampuan santri dalam menghafal. Alhamdulillah santri kita yang bernama Arti sudah memiliki hafalan sebanyak 5 juz, dan insyaAllah ini akan diikuti oleh santri yang lainnya.” Ujar ustadz Egis sebagai pembina di Desa Quran pada (20/12).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *