DUNIA WAKAF

DUNIA WAKAF

 

Dalam islam pada awalnya semua bentuk kedermawanan berada dalam payung sedekah. Seiring berjalannya waktu, bentuk atau penamaan dibedakan sesuai dengan fungsinya masing-masing seperti wakaf, zakat dan infaq-sedekah.

Berikut perbedaan antara wakaf, zakat dan infaq sedekah

Wakaf    :

  • Hukum : Sunnah
  • Pengelola : Nazhir
  • Penerima Manfaat : Mauquf Alaih
  • Nilai Pokoknya :  Harus Kekal / Tidak habis

Zakat    :

  • Hukum : Wajib (terikat oleh nishab,haul)
  • Pengelola : Amil
  • Penerima manfaat : 8 Ashnaf
  • Nilai Pokok ; Harus habis dibagikan

Infaq -sedekah  :

Nilai  Pokoknya  : Habis untuk dimanfaatkan

Setelah jelas mengenai asal usul wakaf dan perbedaannya, mari kita lanjut ke pembahasan wakaf lebih lengkapnya.

  1. Pengertian Wakaf

Wakaf yang bentuk jama’-nya  auqaf  berasal dari kata (masdar) atau kata kerja (fi’il) yang dapat berfungsi sebagai kata kerja transitif (fi’il muta’addi) atau kata kerja intransitive (fi’il lazim), berarti menahan atau menghentikan sesuatu dan berdiam ditempat. Dengan kata lain, perkataan waqf menjadi wakaf dalam bahasa Indonesia berasal dari kata kerja bahasa arab  وقف – يقف – وقفا  berarti “berdiri, berhenti”.[3] Kata wakaf sering disebut juga dengan habs. Dengan demikian, kata wakaf itu dapat berarti berhenti, menghentikan dan dapat pula berarti menahan. Pengertian menahan dihubungkan dengan harta kekayaan, itulah yang dimaksud wakaf dalam bahasa ini.

  1. Pengertian Wakaf yaitu  :

Menahan  Pokoknya  dan mengoptimalkan hasilnya dengan tidak berkurang sedikitpun nilai pokoknya

  1. Arti Wakaf  Secara  Umum   :

Menciptakan harta benda produktif yang terbebas dari campur tangan pribadi individu dimana hasil keuntungannya dari harta benda tersebut dimanfaatkan untuk tujuan tujuan kemasyarakatan

  1. Pengertian Wakaf  secara  UU No.41  Tahun 2004

Wakaf adalah perbuatan  Hukum wakif  untuk memisahkan dan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya  atau jangka waktu tertentu  sesuai dengan kepentingan guna keperluan ibadah dan kesejahteraan secara umum  menurut syariah

  1. Apa Pengertian Wakaf Menurut Para Ulama
  • Hanafiyah

Menahan materi benda (al-‘ain) milik Wakif dan menyedekahkan atau mewakafkan manfaatnya kepada siapapun yang diinginkan untuk tujuan kebajikan.

  • Syafi’iyah

Menahan harta yang bisa memberi manfaat serta kekal materi bendanya (al-‘ain) dengan cara memutuskan hak pengelolaan yang dimiliki oleh Wakif untuk diserahkan kepada Nazhir yang dibolehkan oleh syariah.

  • Malikiyah

Menjadikan manfaat suatu harta yang dimiliki (walaupun pemilikannya dengan cara sewa) untuk diberikan kepada orang yang berhak dengan satu akad (shighat) dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan Wakif.

  • Hanabillah

Menahan asal harta (tanah) dan menyedekahkan manfaat yang dihasilkan.

 

  1. Aspek wakaf

Secara ketentuan, wakaf harus memenuhi aspek dibawah ini  :

  1. Harta benda itu zatnya bersifat kekal tidak habis dalam sekali atau dua kali pakai
  2. Harta benda tersebut dilepaskan kepemilikannya oleh pemiliknya
  3. Harta benda yang dilepaskan kepemilikannya tersebut adalah milik Allah dalam arti tidak dapat dihibahkan, diwariskan atau diperjualbelikan
  4. Manfaat dari harta benda tersebut untuk kepentingan umum yang sesuai dengan ajaran Islam.
  5. RUKUN WAKAF

Para ahli fiqih sepakat ada 4 rukun untuk terlaksananya sebuah wakaf. Masing – masing rukun memiliki beberapa syarat atau ketentuan yang membatasinya.

  1. Wakif (orang yang berwakaf)
  • Baligh
  • Berakal
  • Merdeka (bukan hamba sahaya)
  • Tidak dalam keadaan bangkrut
  • Sehat atau tidak dalam keadaan sakaratul maut
  • Muwakif tidak disyaratkan seorang muslim karena wakaf dari seorang non muslim pun diperbolehkan.

 

  1. Harta yang diwakafkan (mauquf)
  • Harta halal dan boleh diambil manfaatnya. Contoh tanah, bangunan dan saham
  • Milik penuh pewakaf dan bukan harta orang lain
  • Ditentukan secara jelas atau ta’yin
  • Boleh diambil manfaat secara berterusan
  • Boleh dipindah kepemilikan

 

 

  1. Penerima manfaat (mauquf ‘alaih)
  • Orang islam
  • Orang kafir selain kafir Harbi (yang memerangi islam) dengan catatan fakir dan miskin

 

  1. Ikrar wakaf

Lafadz yang jelas

Contoh : “Saya bernama Ahmad bin Daud mewakafkan uang sebesar 1 juta rupiah untuk wakaf kebun produktif karena Allah”

 

  1. JENIS WAKAF

Masyarakat Indonesia secara umum bila ditanyakan mengenai bentuk atau jenis wakaf akan secara spontan menjawab tanah wakaf, baik itu tanah wakaf untuk masjid maupun tanah wakaf untuk pemakaman. Padahal sejatinya wakaf itu bentuknya teramat luas, tak hanya berbentuk tanah.

Jenis harta yang dapat diwakafkan terbagi menjadi dua, yaitu wakaf bergerak dan wakaf tidak bergerak.

  1. Wakaf Bergerak  adalah sesuatu yang tidak kekal dan bisa berubah atau berpindah tempat seperti contoh dibawah ini :
  • Uang
  • Saham
  • Hak Kekayaan Intelektual
  • Surat berharga
  • Logam Mulia
  • Kendaraan

 

  1. Wakaf Tidak Bergerak adalah sesuatu yang tertancap di bumi dan tidak dapat dipindah alihkan seperti contoh dibawah ini:
  • Tanah
  • Gedung
  • Rumah
  • Perkebunan/pertanian

 

  1. Hasil Wakaf

Pada prakteknya, hasil dari wakaf dapat diperuntukkan untuk dua kelompok yaitu :

  1. Wakaf Ahli -Dzurri  :

Wakaf untuk kepentingan  keluarga ( anak anak muwakif)

  1. Wakaf Khairy          :

Wakaf  Untuk Kepentingan Umum

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *