Rumah Wakaf Menjadi Bagian Kebaikan Rumah Zakat Melalui Gelombang Wakaf

0
258

Rumah Zakat dan Rumah Wakaf meluncurkan gerakan baru yakni Gerakan Gelombang Wakaf yang sesuai dengan visi menjadi filantropi ZISWAF dan kemanusiaan di Indonesia. Hal ini diwujudkan dalam bentuk rumah sakit, klinik, sekolah, 5323 desa berdaya, 200 hektar lahan produktif, serta 50000 UMKM di seluruh Indonesia.

Gerakan ini berdasarkan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang menyebutkan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 Triliun di tahun 2017, sedangkan wakaf uang yang baru dimanfaatkan baru mencapai Rp 400 Milyar.

“Artinya potensi yang belum tergarap masih sangat besar untuk itu kami berinisiatif untuk membuat Gerakan Gelombang Wakaf yang bisa menjadi tsunami kebaikan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar CEO Rumah Zakat, Nur Efendi ditemui saat peluncuran Gerakan Gelombang Rumah Zakat, Selasa 12/2.

Lanjut Nur Effendi, Gerakan Gelombang Wakaf terus melakukan sosialisasi dan edukasi melalui media sosial, iklan, serta roadshow ke 18 provinsi di Indonesia.

“Selama ini masyarakat hanya mengenal wakaf itu dalam bentuk harta tidak bergerak saja seperti wakaf tanah dan bangunan. Padahal disatu sisi dalam aturannya, wakaf bisa berbentuk uang, emas, mobil, dan barang lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan sosial, bahkan apabila wakaf dikelola dengan baik oleh lembaga wakaf atau nazhir, hasil dari wakaf produktif tersebut bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia,” ungkap Nur Effendi.

Oleh karena itu direktur Rumah Zakat menambahkan, salah satu fokus campaign Gelombang Wakaf adalah memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan yang dimulai dari generasi milenial terhadap program wakaf.

“Rumah Zakat dan Rumah Wakaf akan mengedukasi masyarakat melalui seminar di seluruh Indonesia dan aktivasi melalui media sosial. Selain itu juga membentuk komunitas wakaf yang bertujuan untuk melibatkan generasi milenial yang jumlahnya kurang lebih 40% dari total penduduk Indonesia secara langsung dalam proses pelaksanaan wakaf,” imbuh Nur.

Potensi wakaf ini cukup besar. Tidak seperti zakat, wakaf tidak ada nisab. Jadi semua orang bisa berwakaf. Dengan adanya Gelombang Wakaf harapnya bisa mengajak siapapun untuk bisa berkontribusi membangun Indonesia melalui wakaf.

“Wakaf memiliki peluang besar untuk dapat dijadikan sebuah sumber yang mengahsilakan produktivitas bagi masyarakt. Rumah Zakat telah membuktikan ini dalam kiprahnya selama 20 tahun dan mampu memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat,18 Sekolah, 8 Klinik, dan 1295 Desa Berdaya,” imbuhnya.

Hal ini semakin diperkuat merujuk pada keadaan beberapa waktu terakhir, yang menunjukkan ekonomi syariah terus memainkan peranan penting dalam pembangunan Indonesia, terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia.

Selain ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah), ada satu potensi yang belum bisa dikembangkan dengan baik, yaitu wakaf. Saat ini Indonesia masih parsial dalam hal mengelola masalah Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf) pada ZIS saja.

“Wakaf hari ini masih jauh dari apa yang diharapkan dan dimaksimalkan potensinya. Maka gerakan Gelombang Wakaf ini menjadi satu awalan pengoptimalan potensi ZISWAF secara keseluruhan,” ujar Nur.