Ternyata Masjid Seribu Tiang Di Jambi Adalah Hasil Wakaf

0
30

Masjid Seribu Tiang merupakan julukan yang disematkan pada Masjid Agung Al Falah Jambi. Masjid ini begitu unik karena tidak memiliki pintu dan jendela, masjid berdiri tegak karena disokong oleh tiang yang begitu banyak. Sesungguhnya jumlah tiang tidak mencapai seribu buah tapi hanya 256 tiang, namun saking banyaknya wajar saja jika orang mengira jumlah tiangnya mencapai ribuan. Di abad ke-18 Masehi, lokasi masjid saat ini merupakan pusat Kerajaan Melayu Jambi. Ketika penjajah Belanda datang, bangunan dialihfungsikan sebagai pusat pemerintah dan benteng. Sultan Thaha Syaifuddin selaku raja pada masa itu ingin merebut kembali tanah kekuasaannya. Namun sangat disayangkan Belanda berhasil menang dan membakar habis kompleks istana. Di tahun 1906, tempat tersebut berubah menajdi asrama tentara.

Akhirnya pada tahun 1971 diputuskan untuk membangun masjid agung di bekas Kerajaan Melayu Jambi. Pada dasarSetelah sembilan tahun, masjid selesai dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Masjid Agung Al Falah memiliki kubah besar dengan menara, arsitekturnya mirip dengan sentuhan bangunan di Roma Italia. Jika kita bertandang ke sana, suhunya sangat sejuk dan damai. Tanpa ada pintu dan jendela angin sepoi-sepoi berhembus masuk tanpa halangan. Tampaknya sesuai dengan filosofi nama Al Falah yang berarti “kemenangan” “kebebasan”, menang tanpa kekangan dan hambatan siapa pun.

Baca juga :Ternyata Ada Masjid di Sri Lanka yang Berasal dari Wakaf Orang Indonesia