Lebih 36 Tahun Masyarakat Ciparay Kab. Ciamis Mendambakan Jembatan Layak

0
273

 

 

Ciseel3

Sudah lebih dari 36 Tahun Masyarakat Ciparay mendambakan Jembatan yang layak dan mampu melintaskan anak-anak mereka ke sekolah dengan selamat. Jembatan Cise’el dibangun terakhir tahun 1980, jembatan tersebut ambruk pada tahun 1988 sampai 20 warga terhanyut di bawah derasnya sungai. dan sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersebut secara layak. sebagian besar masyarakat Ciparay berprofesi sebagai petani dan buruh bangunan. Setiap hari warga dan anak-anak sekolah Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis harus berjuang melawan bahaya. Untuk pergi ke luar desanya mereka harus melewati jembatan gantung Cise’el yang sudah usang yang terbuat dari bambu yang di susun alakadarnya. sehingga tidak ada jaminan untuk keselamatan saat melintas di atasnya. bahkan masyarakat secara gotong royong harus mengganti lantai jembatan yang terbuat dari bambu setiap minggunya dari dana masyarakat yang melintas secara suka rela. Mereka terpaksa melakukan itu demi mewujudkan impian dan cita-cita mereka.

Jembatan ini Panjangnya 60 Meter dan Luasnya 1,5 Meter dan sangat potensial untuk percepatan ekonomi warga sekitar berdasar fakta berikut:

  1. Berdampak langsung bagi lebih dari 700 orang KK. Sungai Cise’el ini berada di Desa Ciparay. ini memisahkan 3 Wilayah tertinggal dengan pusat kecamatan Cidolog, yaitu Wilayah Sinaraja, Wilayah Lintung Picung dan Wilayah Lingga.Sekolah SD berada di Desa Ciparay, SMP dan SMA berada di pusat kecamatan Cidolog demikian halnya dengan pusat ekonomi dan Kesehatan.
  2. Dari 2 jam menjadi 10 menit.

Karena jaraknya yang Jauh, warga tidak segan untuk menempuh bahaya berjalan kaki melewati diatas Jembatan rawayan, Bahkan sudah sering warga yang patah tulang karena memaksakan diri melintas membawa kendaraan bermotor untuk menjual hasil pertaniannya yang terperosok jatuh terseret derasnya sungai. Ironisnya Sampai Pernah ketika Jembatan ini Roboh pada tahun 1988 dan tahun 1990, anak – anak sekolah yang hendak menuntut ilmu, menginap ber hari – hari di Jalan karena takut hanyut di atas derasnya sungai Cise’el.