Cintai Allah dengan Keindahan

Keindahan merupakan sebuah anugerah yang diberikan Allah SWT kepada  setiap umatnya. Banyak sekali manusia yang memiliki sebuah keindahan, baik keindahan yang sifatnya haqiqi maupun sababi. Dalam sebuah kehidupan tidak ada ketenangan tidak akan ada pula keindahan. Ketenangan yang di hasilkan oleh orang mukmin akan menambah suatu keimanan. Allah SWT berfirman:

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4).

Menurut Ibnu Abbas r.a., yang dimaksud ketenangan adalah rahmat. Menurut Qatadah, makna yang dimaksud ialah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan rasul-Nya. Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan kepada mereka keimanan selain dari keimanan yang telah ada pada diri mereka.

 

Pada dasarnya keindahan adalah alamiyah. sedangkan alam yang menciptakan adalah Tuhan. Bisa diartikan bahwa keindahanadalah ciptaan Tuhan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 29

 

“Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di dunia untuk kamu, dan Dia menghendaki (menciptakan) langit dan bumi, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

 

Allah SWT menciptakan bumi, langit dan seisinya adalah untuk mengindahkan manusia serta mengharuskan manusia untuk menjaga dan melestarikannya. Dengan begitu kita harus menjaga titipan segala isi alam ini, demi terciptanya keindahan yang Allah berikan. Rasulullah bersabda, “sesungguhnya Allah maha indah, dan mencintai keindahan. Dengan demikian, jika makhluk mencintai sebuah keindahan, maka dia akan dicintai pula oleh Allah SWT.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *