Dahsyatnya Wakaf Produktif Atasi Persoalan Dunia

0
426

Dibutuhkan sinergi antara zakat dan wakaf.

BANDUNG -Bentuk filantropi (kedermawanan) dalam Islam berpotensi memberikan solusi atas ragam problematika kemanusiaan.

Mengutip data Kementerian Agama 2012, Direktur Eksekutif Badan Wakaf Indonesia (BWI) Achmad Djunaedi mencatat, aset wakaf nasional mencapai 3,49 miliar meter persegi tanah. Semuanya tersebar di 420.003 titik di Tanah Air.

“Bila dirupiahkan, dengan asumsi harga tanah hanya Rp 100 ribu per meter persegi, nilainya mencapai Rp 349 triliun. Fantastis!” kata Achmad dikutip dari artikelnya ‘Memproduksi Aset Wakaf Nasional’, Selasa (3/3).

Belum lagi, dengan disahkannya Undang-Undang Wakaf Nomor 41 Tahun 2004 yang mengakui keabsahan wakaf uang. Dengan asumsi 100 juta penduduk Muslim Indonesia mau berwakaf Rp 100 ribu per bulan, maka wakaf uang yang bisa dikumpulkan per tahun mencapai Rp 120 triliun per tahun.

“Bayangkan, berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh jika uang sebanyak itu diinvestasikan agar lebih produktif, untuk kelangsungan program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ujar dia.

Meski begitu, kata Achmad, faktanya, aset tanah wakaf yang sedemikian luas itu masih belum optimal dikelola secara produktif. Sebagian besar, ungkap dia, justru masih menengadahkan tangan untuk menutupi biaya operasionalnya.

“Bicara aset dan potensi wakaf, Indonesia bisa berbangga hati. Namun saat disinggung soal pengelolaan dan manajerial, harus diakui bahwa kita belum mumpuni,” ujarnya.

Bahkan, dengan negeri jiran Singapura, misalnya. Pengelolaan wakaf negeri ini masih tertinggal. Melalui perusahaan Warees Investments, dimana seluruh sahamnya dimiliki Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS), umat Islam di Negeri Singa itu sudah memiliki aset wakaf produktif, berupa 114 ruko, 30 perumahan, dan 12 gedung apartemen dan perkantoran.

Keuntungan dari pengelolaan wakaf produktif tersebut digunakan untuk membiayai operasional masjid, madrasah, beasiswa, dan lain-lain.

Di Malaysia, Kumpulan Waqf An-Nur sukses membangun beberapa klinik dan rumah sakit. Hasil dari keuntungan wakaf mereka gunakan untuk kepentingan anak yatim beasiswa, orang miskin, anak yatim dan lain-lain.

Rep: Agus Yulianto/Red: Indah Wulandari
Foto: Republika/Agung Supriyanto