Kegiatan Rutinan Kunjungan Duta Quran ke Rumah Binaan Santri Desa Quran Rumah Wakaf di Kab. Sikka NTT

0
469

NTT. Tiap hari Minggu, pemuda yang biasa disapa ustadz Dedi, atau Pak Dedi ini rajin berkeliling dari rumah ke rumah yang berada di sekitaran Kampung Nelayan Wuring, yang terletak di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Berkeliling bukan untuk menagih hutang atau menawarkan barang dagangan, akan tetapi beliau sedang menjalankan programnya sebagai salah satu Duta Qur’an dari Rumah Wakaf Indonesia.

GETARAN atau Gerakan Silaturahim Santri Binaan adalah program unggulan dari pemuda asal Kabupaten Bandung yang juga alumni Ma’had ‘Aly An-Nu’aimy ini dalam mentarbiyah sekaligus meriayah anak-anak binaannya. Setiap minggu, ustadz yang katanya mirip Ustadz Solmed ini berjalan dari rumahnya di bawah terik matahari Wuring yang mencapai 33 derajat Celsius untuk menyambangi rumah para binaan, sekaligus bersilaturahim dengan keluarganya.

GETARAN adalah program silaturahim pekanan yang dilakukan secara bergiliran tiap minggu dari satu rumah binaan ke rumah binaan yang lain. Isi dari GETARAN ini adalah pembinaan Al-Qur’an, materi-materi keislaman, monitoring ibadah, diskusi, dan materi pengembangan diri. Tujuan diadakannya GETARAN adalah untuk menambah kapasitas keislaman para santri binaan Duta Al-Qur’an, membangun kedisiplinan, menanamkan akhlak islami, serta menjalin silaturahim dan ukhuwah Islamiyah antara Pembina, para santri dan keluarganya.

Bukan jalan dakwah jika tidak bertaburan dengan hambatan dan rintangan. Mulai dari sengatan panas yang membakar, semangat anak binaan yang “hangat-hangat tahi ayam”, sampai urusan pribadi yang terkadang berbenturan dengan amanah dakwah, menjadi santapannya dalam melaksanakan programnya ini. Semuanya itu bukan tak dirasa, ia selalu teringat perkataan Mudirnya sewaktu menimba ilmu di Ma’had ‘Aly An-Nu’aimy, Dr. Taufik Qulazhar. Beliau berkata,

“Fa’lam annahaa tsaqiilah. Fa in lam tasy’ur annahaa kadzaalik, fainnaka lam taqum bid da’wah”.

“Ketahuilah bahwa dakwah itu sangat berat. Jika kamu belum merasakan beratnya beban dakwah tersebut, maka kamu belum benar-benar berdakwah”.

Kata-kata tersebut yang membuat semangatnya tetap membara meskipun aral rintangan senantiasa mendera.

NTT/Dedi Sutardi (Duta Quran Rumah Wakaf Indonesia di Kab. Sikka, NTT)

hrdC6Z2J
Duta Quran Dedi Sutardi Bersama Santri Desa Quran Kab. Sikka, NTT
silaturahmi binaan
Wilayah Pemukiman Santri Binaan Desa Quran Rumah Wakaf Indonesia Kab. Sikka, NTT