Masjid Wakaf Daarussalam Tokala

Selasa 26 Desember 2016 yang lalu menjadi torehan sejarah dalam hidup masyarakat suku Wana yang tinggal di pegunungan Tokala. Tepatnya di sebuah lembah yang tenang yaitu di Fatu Marando Morowali Utara.

45 keluarga atau 300 jiwa mengikrarkan dua kalimat syahadat, yang menjadi tanda mereka memeluk Islam. Untuk memperkokoh landasan islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alaminmaka bangunan pertama kali yang didirikan adalah masjid, sekaligus menjadi simbol hijrah yang Rasulullah lakukan ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah. Masjid menjadi symbol dimulainya peradaban.

Pembangunan mesjid ini bisa terwujudkan berkat amanah dari donatur Rumah Wakaf. “Alhamdulillaah kami sedikit lega karena dana wakaf yang diamanahkan umat kepada Rumah Wakaf bisa kami salurkan untuk membangun Masjid,” Ujar Soleh Hidayat Direktur Rumah Wakaf.

Sulitnya medan untuk membawa material bangunan menggunakan perahu dengan melawan derasnya arus, terjalnya bebatuan sepanjang sungai Bongka serta mahalnya biaya angkutan material, susahnya mencari tukang yang memiliki keahlian dan keberanian menjadi alasan utama melambatnya pembangunan dari jadwal yang ditetapkan sejak peletakan batu pertama hingga saat ini. “Membawa empat sak semen saja memerlukan waktu tujuh jam setara dengan 65Km ditambah tidak adanya sinyal HP, betul-betul terisolir” ungkap Muhaimin koordinator pembangunan masjid ketika menemani kunjungan kami melihat perkembangan pembangunan masjid Suku Wana awal Agustus lalu.

Program Suku Wana ini, kata tidak sebatas masjid, tapi membangun perkampungan Islam nan damai. Masjid Suku Wana kita namakan Masjid Daarussalam yang mampu memberikan kehidupan yang damai dan insya Allah sejahtera penduduknya.

Tags :