Mengapa kita harus mengamalkan wakaf?

0
77
alasan berwakaf

Wakaf bisa dilakukan oleh siapapun, kaya dan miskin, tua dan muda, semuanya bisa berwakaf. Wakaf tidak hanya terbatas pada tanah dan bangunan, namun bisa juga dalam bentuk uang tunai. Bahkan, wakaf lebih luas dari zakat, sebab wakaf tidak memiliki nominal kecukupan tertentu yang telah ditetapkan dalam hukum syar’i. Syaratnya hanya memberikan wakaf tersebut kepada nazhir wakaf, begitu mudah dan bisa dilakukan siapapun dan di manapun.

Selain itu, wakaf adalah merupakan jenis ibadah muta’addiyah (ibadah sosial) yang manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku sekaligus orang-orang di sekitarnya. Bahkan, Allah menggambarkan, bahwa orang-orang yang melakukan kegiatan sosial, dengan mengunjungi orang sakit, memberi makan dan minum kepada orang kelaparan dan kehausan, seolah-olah mereka seperti menjenguk Allah, memberi makan dan minum Allah (al-Adawi, 1989:70). Gambaran itu menunjukkan bahwa ibadah sosial memiliki tempat khusus dan keistmewaan yang tinggi dihadapan-Nya.

Rasulullah menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Amalan wakaf menerapkan keduanya, yaitu memperpanjang umur dan juga bentuk amalan yang baik. Panjang umur dimaksud adalah, bahwa sepeninggalan wakif, namanya akan terus disebut-sebut oleh orang-orang yang merasakan hasil manfaat dari wakafnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Hal ini sesuai dengan konsep kata umur dalam bahasa Arab ‘umrun, yang memiliki makna tidak sekadar usia tetapi hasil karya selama masa hidupnya. Maka, dengan berwakaf, meskipun secara fisik seorang wakif telah meninggal, namun namanya selalu disebut, seolah-olah ia hidup di tengah-tengah mereka.

Source : Wakaf Pengaturan dan Tata Kelola yang Efektif