Ternyata Administrasi Wakaf Sudah Dimulai Sejak Akhir Abad ke-7

0
133

Wakaf sebagai salah satu amalan dalam Islam sudah dikelola penguasa sejak Dinasti Umayyah. Administrasi wakaf dimulai pada akhir abad ke-7. Tujuan administrasi wakaf untuk mengawasi distribusi hasil wakaf dan mencegah penyelewengan manfaat wakaf oleh nazhir. Maka dibentuklah dewan wakaf untuk mencatat ikrar wakaf yang dilakukan oleh wakif (orang yang berwakaf). Pengawasan dilakukan oleh hakim atau qadhi yang ditunjuk pemerintah. Administrasi wakaf dilakukan secara independen oleh para nazhir di daerah-daerah dengan pengawasan qadhi setempat.

Di akhir abad ke-10 tepatnya saat masa Khalifah Al Mu’izz dari Dinasti Fatimiyah, administrasi wakaf mulai dilakukan secara terpusat. Administrasi wakaf berpindah dari Dewan Wakaf ke Bayt Al Mal (semacam kas negara). Sejak saat itu para penguasa memiliki kontrol lebih dalam mengelola wakaf untuk kepentingan rakyat. Di dalam kondisi khusus, penguasa bisa mengeluarkan kebijakan wakaf yang menguntungkan negara. Sebagai contoh saat Perang Salib berlangsung di Dinasti Ayyubiyah ada sebuah sistem bernama iqta’, yaitu pengalihan tanah berstatus wakaf kepada para pejabat negara dan petugas pajak tanah pertanian. Hal ini bertujuan untuk membuat lahan menjadi kembali produktif dan membawa maslahat bagi rakyat yang saat itu menderita karena perang berkepanjangan.