Ternyata Raja Ini Memilih Untuk Berhijrah dan Mewakafkan Seluruh Hartanya

0
32

Ia adalah Abu Ishaq Ibrahim bin Adham atau lebih dikenal dengan nama Ibrahim bin Adham yang merupakan seorang Raja dari Balkh (Irak). Beliau merupakan keturunan kedua dari Umar bin Khattab dan menjadi penguasa dengan istana megah dan harta berlimpah. Suatu saat sang raja berangkat untuk berburu. Saat sedang beristirahat ia hendak memakan roti, namum belum sempat dimakan terbanglah seekor gagak menyambar roti tersebut. Karena kesal ia memutuskan untuk mengikuti kemana gagak itu terbang. Saat mengikuti jejak, ia bertemu seseorang yang terikat dan terbaring di atas tanah. Orang itu adalah saudagar yang dirampok dan diterlantarkan di tengah hutan selama tujuh hari. Karena penasaran Ibrahim bertanya bagaimana ia bisa bertahan hidup? Saudagar menjawab bahwa selama ini ia makan dari roti yang dijatuhkan oleh gagak dari dahan di atasnya. Rupanya kesana lah rotinya diberikan.

Peristiwa tersebut rupanya membuat sang raja sadar dan memutuskan untuk bertaubat. Ia pun meninggalkan istana dan mewakafkan seluruhnya untuk rakyat. Ia berkelana ke wilayah lain seperti Syam dan Hijaz untuk menuntut ilmu dari para ulama. Ia berangkat ke Mekah dengan berjalan kaki berbekal tawakkal kepada Allah. Ibrahim bin Adham dikenal sebagai seorang yang zuhud dan wara’. Bahkan saat turun berjihad ia tidak akan mengambil ghanimah (rampasan perang) yang menjadi haknya. Berkat sifatnya yang mulia ia dikenal sebagai seorang sufi dan ulama yang sangat bijak dan disegani pada masanya.