Ternyata Tanah Wakaf Al Aqsha Dikelola Langsung Oleh Kementerian Wakaf Di Yordania

0
119

Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci kedua bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah. Tempat itu begitu istimewa karena pernah menjadi kiblat sholat umat muslim dan menandai perjalanan Rasulullah SAW saat Isra’ dan Mi’raj. Terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa pendiri Al Aqsha dan pendapat yang paling kuat menyatakan bahwa Nabi Adam lah yang pertama kali membangunnya. Jarak antara pembangunan Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Al Aqsha di Yerussalem adalah 40 tahun. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW melalui Abu Dzar Al Gifari:

“Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?”

Beliau menjawab, “Masjid al-Haram.”

Aku kembali bertanya, “Kemudian?”

Beliau menjawab, “Masjid al-Aqsha.”

Kutanya lagi, “Berapa tahunkah jarak pembangunan keduanya?”

Beliau kembali menjawab, “40 tahun. Dimanapun engkau menjumpai waktu shalat, maka shalatlah, karena tempat (yang engkau jumpai itu) adalah masjid.”

Luas tanah Masjid Al Aqsha adalah 144 dunum (satu dunum = 100 m2) dan  tidak bertambah ataupun berkurang dalam sejarahnya. Saat terkena banjir di masa Nabi Nuh, reruntuhan bangunan diperbaiki kembali oleh Nabi Sulaiman. Dahulu tanah wakaf Al Aqsha dikelola oleh Kementerian Wakaf di Dinasti Ustmaniyah lalu dialihkan kepada Mahkamah Tinggi Islam sampai tahun 1948. Saat ini pengelolaan tanah waqaf Al Aqsha dikelola oleh Kementerian Wakaf dan Situs Suci Islam di Yordania. Lembaga bertanggung jawab atas perawatan, pengawasan, dan mengontrol setiap pintu masuk kecuali pintu Al Magharibi yang masih dikuasai oleh Israel.

Tunggu selalu update fakta wakaf dari kami hanya di ig @gelombangwakaf.id . Sahabat juga bisa mengunjungi website resmi kami di www.rumahzakat.org atau www.gelombangwakaf.id