Ternyata Wakaf Berperan Aktif Memajukan Ilmu Pengetahuan di Era Harun Ar Rasyid

0
75
wakaf harun ar rasyid

Baitul Hikmah adalah sebuah perpustakaan ternama yang didirikan pada zaman Abbasiyah oleh Harun Ar Rasyid tahun 813 M di Baghdad. Di sanalah para ulama, filsuf, dan ilmuwan Muslim berkumpul dan berdiskusi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan. Baitul Hikmah dipenuhi oleh beragam buku dan manuskrip dari seluruh penjuru dunia mulai dari Barat (Yunani) hingga Timur (India, Persia, dan China). Jangan bayangkan suasana Baitul Hikmah layaknya perpustakaan masa kini yang hanya digunakan untuk membaca buku. Perpustakaan di era Abbasiyah lebih mengarah seperti universitas di masa kini. Buku-buku di dalamnya ditelaah, dipelajari, diterjemahkan, dan ditulis kembali.

Pertanyaannya darimana Baitul Hikmah mendapatkan dana untuk beroperasi? Jawabannya adalah wakaf. Dana-dana umat terkumpul dalam lembaga wakaf untuk didistribusikan bagi kemaslahatan umat. Pemerintah di era Abbasiyah tidak pernah pelit membelanjakan uang bagi ilmu pengetahuan. Tak pelak Baghdad berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan. Di Baitul Hikmah muncullah nama-nama filsuf Islam yang kemudian dikenal sebagai ilmuwan besar seperti Ibnu Khaldun yang dijuluki Bapak sosiologi, Ibnu Sina penemu kedokteran modern, Al Biruni ahli geologi dan astronomi, Al Khawarizmi seorang ahli Aljabar, dan masih banyak lagi.

Berkat wakaf, Islam berhasil mencapai puncak kejayaan di bidang ilmu pengetahuan. Walaupun saat ini Baitul Hikmah tidak lagi bersisa, namun pemikiran para ilmuwan di dalamnya tetap lestari tak termakan zaman.