Ternyata Wakaf Pohon di Padang Arafah Dicetuskan oleh Soekarno

0
240

Sahabat pernah mendengar Pohon Soekarno? Semua berawal dari Presiden Soekarno yang menjalankan ibadah haji di tahun 1960-an. Melihat Padang Arafah yang kering dan gersang melalui sahabatnya Raja Arab Saudi Saud bin Abdulaziz al Saud, Soekarno menyarankan untuk menanam pohon rindang sebagai penyegar di tengah tanah tandus. Usulan itu disambut baik, Soekarno pun mengirim ribuan biji pohon mindi dari Indonesia untuk ditanam di Arafah. Dengan tanah dari Indonesia dan Thailand, pohon mindi tumbuh subur di lahan 1.250 hektar. Tak lupa Bapak Proklamator juga mengirim ahli tanaman yang ditugaskan untuk merawat pohon agar tetap tumbuh.

Langkah kecil Soekarno ternyata menginspirasi Abdul Rahman Fakieh, salah seorang pengusaha Arab. Melalui proyek kesejahteraan wakaf di tahun 1986 ia meneruskan program penanaman pohon mindi di Arafah. Untuk mengenang jasa Soekarno, Raja Saud bin Abdulaziz al Saud menamai pohon mindi sebagai Pohon Soekarno. Sampai saat ini Pohon Soekarno berjasa memberikan kesejukan di tengah hawa panas Padang Arafah yang menaungi para jama’ah saat menjalankan ibadah haji.

Praktik wakaf yang dijalankan ini termasuk ke dalam wakaf produktif. Wakaf tidak hanya terbatas kepada tanah dan bangunan. Wakaf selalu memberikan manfaat tiada akhir dan terus mengalirkan kebaikan bagi para wakif. Hingga saat ini hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi tetap terjalin erat. Berkat hubungan baik di masa lalu, persahabatan kedua negara selalu terawat baik.

Nantikan selalu fakta, berita, inspirasi wakaf terbaru hanya di instagram @gelombangwakaf.id. Sampai jumpa di artikel baru lainnya hanya di sini!.