Ternyata Wakaf Tunai Telah Diakui Dalam Hukum Positif di Indonesia

0
143

Bagaimanakah praktek wakaf tunai di Indonesia?

Wakaf selama ini identik dengan wakaf berupa tanah atau masjid. Beberapa tahun ke belakang, wakaf tunai mulai lebih dikenal daripada jenis wakaf lainnya. Keunggulan wakaf tunai terletak pada kemudahan donasi dan bisa ditunaikan oleh siapa saja walaupun dia tidak memiliki aset. Tahukah Sahabat? Ternyata dalam sejarah Islam, wakaf tunai mulai berkembang sejak zaman Dinasti Mamluk dan Turki Ustmaniyyah. Di Indonesia diskusi mengenai wakaf tunai berbuah hasil positif dengan adanya UU No 41 tahun 2004 tentang wakaf dan pelaksanaannya dituangkan dalam PP No 42 tahun 2006. Dengan begitu, wakaf tunai telah diakui dalam hukum positif di Indonesia.

Pembentukan UU No 41 tahun 2004 mengatur pemberdayaan wakaf secara produktif di Indonesia. Aturan di dalamnya memuat pola manajemen pemberdayaan wakaf secara modern. Sebelum diresmikan UU wakaf, pemerintah membentuk PP No 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik. Kelemahan PP tersebut terletak pada aturan yang hanya menjelaskan tentang wakaf aset yaitu berupa tanah. Umat Islam Indonesia selama ini juga mengidentikkan wakaf dalam bentuk rumah ibadah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Maka dalam UU baru diharapkan dapat memberikan perspektif baru kepada Umat Islam Indonesia tentang ragam jenis wakaf lainnya termasuk wakaf tunai. Diharapkan dengan adanya UU ini, wakaf dapat memberdayakan ekonomi umat Islam di Indonesia.