Wakaf Menurut 4 Madzhab

0
179

Secara etimologi kata wakaf (waqf) berarti menahan. Mencegah, selamanya, tetap, paham, menghubungkan, mencabut, meninggalkan dan lain sebagainya. Salam Madkur dalam kitabnya al-Waqf, mengatakan “Walaupun para pakar hukum islam telah sepakat dalam penggunaan kata wakaf dengan arti menahan dan mencegah sesuai dengan arti bahasa, tetapi selanjutnya mereka berbeda pendapat.”

Pengertian ini banyak mempengaruhi para mujtahid dalam menetapkan definisi wakaf. Berikut ini uraian perbedaan menurut 4 madzhab :
1. Wakaf menurut Abu Hanifah dan sebagian ulama Hanafiyah adalah menahan benda yang statusnya tetap milik wakif, sedangkan yang disedekahkan adalah manfaatnya.

2. Wakaf menurut Malikiyah adalah menjadikan manfaat benda yang dimiliki, baik berupa sewa atau hasilnya, untuk diserahkan kepada orang yang berhak, dengan penyerahan berjangka waktu, sesuai dengan kehendak wakif.

3. Wakaf menurut Syafi’iyah adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya disertai dengan kekekalan zat benda, lepas dari penguasaan wakif, dan dimanfaatkan pada sesuatu yang diperbolehkan oleh agama.

4. Wakaf menurut Hanabilah adalah menahan kebebasan pemilik harta dalam membelanjakan hartanya yang bermanfaat disertai dengan kekekalan zat benda serta memutus semua hak wewenang atas benda itu, sedangkan manfaatnya dipergunakan dalam hal kebajikan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dari beberapa pengertian diatas dapat dipahami bahwa wakaf adalah perbuatan seseorang untuk memisahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan bagi kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum.
Apapun madzhabnya, wakaf investasi akhiratnya.

Sahabat masih banyak edukasi wakaf menarik lainya, jadi jangan lupa follow fanpage dan ig @gelombangwakaf.id

Gelombang Wakaf, gerakan kebaikan bagian dari Rumah Zakat dan Rumah Wakaf